Showing posts with label Problematika Hidup. Show all posts
Showing posts with label Problematika Hidup. Show all posts

Wednesday, June 10, 2015

Pasrahkan segala urusan kepada Allah, maka hati mu akan tenang

Saudaraku yang dirahmati Allah, hidup merupakan ujian buat kita semua dan sudah dipastikan kita akan melewati kehidupan ini dengan berbagai bentuk cobaan dan rintangan. Jika seseorang mampu menyikapi segala bentuk cobaan yang Allah berikan kepadanya dengan baik maka beruntunglah dia, sebaliknya jika dia tidak mampu menyikapinya dengan positif maka rugilah dia. Seseorang yang pandai menghadapi segala bentuk cobaan yang Allah berikan dialah orang - orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Pasrah kepada Allah

Salah satu bentuk sikap positif ketika seseorang ditimpa dengan suatu permasalahan yang membuat hatinya sedih adalah dengan cara memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah. Dengan memasrahkan segala sesuatunya kepada sang pencipta maka sungguh ketenanganlah yang akan di dapat. Perlu kalian ketahui, manusia hanya bisa berusaha sedangkan Allah lah yang menentukan. Seberapa besarpun usaha yang kita lakukan jika Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi apa - apa. 

Kita bisa mengambil contoh dari kehidupan sehari - hari berkaitan dengan permasalahan ini. Banyak sekali orang di luar sana yang mendapatkan sebuah cobaan dalam hidupnya, dia kehilangan uang, kehilangan jabatan, kehilangan istri dan lain - lain. Hal tersebut membuat hati mereka terguncang dan merasa diri tidak punya apa - apa. Tidak sedkit dari mereka yang tertekan jiwanya yang pada akhirnya mengalami suatu gangguan pada jiwanya bahkan ada yang sampai melakukan usaha bunuh diri, naudzubillahimindzalik.

Pada dasarnya ini semua terjadi sebagai akibat ketidakpuasan dengan apa yang menimpa dirinya. Mereka berfikir usaha yang selama ini telah dikerjakan dengan sungguh - sungguh berujung kesia - siaan. Perlu diingatkan, ini merupakan anggapan yang keliru dan harus dicegah serta dihindari. Terkadang hidup memang tidak sesuai dengan rencana kita, karena pada dasarnya segala sesuatu sudah ada yang mengatur. Tapi ketahuilah segala sesuatu yang menurut kalian baik belum tentu menurut Allah. Bisa jadi Allah tengah mempersiapkan sesuatu yang luar biasa kepada kita semua dan menjadi sebuah kabar gembira.

Oleh karenanya ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan meskipun sudah berusaha dengan maksimal cara bijak yang harus kita lakukan adalah memasrahkan urusan kepada Allah dan percaya bahwa Allah sudah mempersiapkan sesuatu yang lebih baik. Dengan demikian, hati kita akan menjadi tenang dan tidak tertekan dengan permasalahan hidup.

Friday, June 5, 2015

Gunakanlah jejaring social secara bijak dan jangan sampai merugikan diri sendiri

Zaman sekarang sudah sangat canggih. Hal tersebut membuat kita mudah dan praktis dalam menjalankan kehidupan sehari - hari. Dulu ketika seseorang ingin menyampaikan kabar atau berita kepada kerabat jauh hanya bisa menggunakan jasa pengiriman surat dan itu pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar, berbeda dengan zaman sekarang seseorang bisa dengan mudah memberikan kabar tentang dirinya bahkan lebih dai itu dia bisa melakukan komunikasi seperti berjumpa langsung dengan orang yang dituju. Cukup dengan SMS atau mungkin lewat telepon dia sudah mampu menyampaikan apai yang ingin di sampaikannya.


Tidak cukup disitu sekarang juga muncul lagi sebuah alat yang bisa dipakai sebagai alat berkomunikasi yaitu jejaring sosial. Selain komunikasi disini si penggunanya bisa sharing photo, video dan segala sesuatu yang ingin di publikasikan. Nah yang akan penulis bahas pada kesempatan kali ini adalah berkaitan dengan jejaring sosial yang pada dasarnya menjadi trend masa kini namun di balik itu semua mengandung sesuatu yang bisa merugikan bagi si penggunanya.

Kita sebagai seorang muslim, tentu harus berfikir sebelum melakukan sesuatu. Karena jika salah langkah maka kita bisa saja jatuh ke jurang yang bisa merugikan diri kita. 

Di jejaring sosial, contohnya saja facebook, twitter dan lain - lain kita bisa berbagi kabar, berita, photo dan lain - lain dengan mudah sampai akhirnya bisa diketahui oleh banyak orang. Namun pernahkah teman - teman berfikir bahwasanya apa yang kita publikasikan tersebut mengandung unsur yang pada dasarnya kurang bagus dan sangat tidak layak untuk di publikasikan?

Dalam realita yang kita lihat, banyak orang yang mengeluh dan mengatakan sesuatu yang tidak layak di publikasikan ke khalayak banyak. Lebih parahnya lagi terkadang ada jga di antara teman - teman kita yang mengeluarkan kata - kata kotor. Sungguh itu sangat memalukan dan sangat tidak diperbolehkan untuk di ucapkan, apalagi kita selaku muslim yang diharuskan mengatakan  kata baik saja. Selain kita sudah mencoreng diri kita sendiri perbuatan itu juga bisa saja menjadikan kita berdosa karenanya. Apalagi jika tulisannya di arahkan untuk menyindir atau menghina seseorang, Subhanallah itu benar - benar kesalahan yang fatal dan harus dihindari sekuat tenaga.

Disini pun terkadang penulis berfikir daripada mengupdate sesuatu yang tidak ada manfaatnya seperti itu lebih baik mempublish tulisan - tulisan yang bermanfaat buat diri sendiri dan juga orang lain. Mungkin kita bisa menshare ayat - ayat suci Al-Qur'an ke dalamnya. Itu tentu bisa mengingatkan teman - teman kita kepada Allah sekaligus mengikuti perintah Rasulullah SAW, yang berbunyi "Sampaikanlah walau satu ayat". Dan itu lebih baik ketimbang menulis atau mengupade sesuatu yang tiada guna.

Jejaring sosial memang benar - benar memanjakan penggunanya. Photo dan video pun bisa dishare. Tidak hanya tulisan saja yang bisa dipublikasikan. Namun permasalahannya, ini pun menjadi titik permasalah untuk remaja - remaja masa kini. Terutama bagi mereka yang muslim. Bagiamana tidak !? Kita pasti akan dengan sangat mudah menemukan teman - teman kita yang memajang photo - photo yang memperlihatkan aurat - auratnya. Mereka memajang wajah tanpa berkerudung dan malah ada yang lebih parah dari itu. Entah apa yang mereka lakukan !? Padahal sudah jelas itu adalah perbuatan yang dilarang. Coba bayangkan bila photonya tersebut dilihat oleh 10.000 orang, maka dia pun mendapatkan dosa dari kelipatannya itu. Sungguh sangat rugilah kita jika itu terjadi.

Mungkin para pembaca ada yang sedikit tersinggung dengan tulisan ini, tapi mau bagaimana lagi penulis hanya ingin mengingatkan dan ingin mengajak teman - teman semua untuk tersadar dengan apa yang sudah dilakukan. Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak baik dan sebaikanya harus segera dihentikan. Bila teman - teman sudah banyak mengunggah photo - photo semaca itu kemudian tiba saatnya kita dipangging kepada sang pencipta, kita bisa jadi terus mendapatkan dosa dari perbuatan semasa di dunia. Bukannya pahala yang mengalir malah dosa yang terus bertambah, Naudzubillah.

Nah dari permasalahan diatas, penulis ingin sekali mengajak kepada teman - teman semua ayo mari mulai dari sekarang berbenah diri dan melakukan perbaikan dalam segala aktivitas yang kita lakukan. Hidup cuman sebentar sedangkan akhirat tempat yang kekal. Surga adalah tempat yang indah dan menjadi impian kita semua. Jangan sampai kita tertipu dengan gemerlap kemewahan dunia, setan yang merupakan musuh kita semua pasti akan berusaha menipu kita dan oleh sebab itu kita harus sadar dan tidak mengikuti langkah - langkah setan. Hilangkan kebiasaan mengunggah photo yang tidak layak dan menggantinya dengan hal yang positif seperti menuliskan tulisan - tulisan yang berbobot dan bermanfaat.

Bagaimana menyikapi orang yang menyakiti kita !?

Manusia adalah makhluk sosial. Suatu keadaan dimana manusia diharuskan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Tanpa adanya prilaku sosial di dalam kehidupan kita, maka akan sangat sulit bagi kita untuk menjalani hidup ini. Namun demikian, di dalam kehidupan bersosial pasti di dalamnya terdapat batu sandungan yang sekiranya harus kita lewati, tidak semuanya sesuai dengan yang kita inginkan. Salah satu dari batu sandungan yang dimaksud adalah perlakuan manusia terhadap kita. Jika sekiranya kita bisa menghadapinya dengan tenang dan dengan cara yang benar sudah di pastikan kita tidak akan terjatuh dan pasti akan selamat, akan tetapi jika kita tidak bisa menghadapinya maka kita akan tersungkur dan terjatuh. 


Sikap yang bijak dilakukan oleh seseorang ketika mereka merasa di dzalimi atau disakiti oleh orang lain adalah dengan tidak membalasnya dengan kejelekan pula. Apabila kita membalasnya dengan kejelekan maka kita sudah mendapatkan 2 kerugian. Kerugian pertama, kita mendapatkan perlakuan jelek dari mereka dan kerugian kedua adalah kita terpengaruh dengan sikapnya, yang menyebabkan kita sama - sama melakukan perbuatan dosa. Memang jika difikir - fikir ketika kita disakiti akan ada perasaan dendam dan ingin membalas semua perbuatan jeleknya. Namun itu adalah salah satu jebakan setan untuk menggelincirkan kita semua. Sesungguhnya setan adalah musuh yang teramat nyata bagi manusia, mereka memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjurumuskan manusia ke jalan kehinaan. 

Mengetahui itu semua, cobalah untuk tidak mengikuti hawa nafsu setan tersebut. Berusahalah untuk tidak membalas apa yang telah mereka lakukan, maafkan dia dan doakan semoga dia bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih dari itu jadikan perlakuan buruk mereka sebagai suatu referensi buat kita agar kita tidak melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan kepada kita karena perlakuan tersebut sangat menyakitkan dan tidak patut untuk dilakukan.

Jika kalian butuh contoh dari permasalahan ini, mari kita ingat sejenak kisah Rasulullah SAW dengan seorang pengemis buta. Pada saat itu di sudut pasar kota Madinah ada seorang pengemis tua yang dalam kesehariannya menghina Rasulullah SAW. Namun demikian, perlakuan yang teramat sangat buruk ini tidak Rasulullah gubris sebaliknya rasulullah memperlakukan si pengemis tua tersebut dengan teramat sangat baik. Beliau selalu memberi dia makan sekaligus menyuapinya di setiap pagi dan ini dilakukannya setiap hari sampai beliau wafat. 

Waktu terus berjalan, Rasulullah pun telah wafat. Si pengemis tua sudah tidak mendapatkan makanan dari Rasulullah yang setiap pagi didapatkannya. Namun Aisyah, istri nabi Muhammad SAW memberitahu ayahnya, Abu bakar, tentang salah satu perbuatan Rasulullah yang sering dilakukan setiap hari, yaitu memberi makan pengemis buta yang berada di sudut pasar Madinah. Mendapatkan kabar dan informasi tersebut keesokan harinya dia pun bergegas dan meniru apa yang sering diperbuat oleh Rasulullah. Sesampainya ia di tempat si pengemis buta, ia pun mencoba melakukan hal yang sama seperti Rasulullah lakukan, ia menyuapi si pengemis buta tersebut. Namun di sini Abu Bakar RA, mendapatkan respon kurang baik darinya,si pengemis buta pun bertanya, "Siapa kamu !?"

Abu bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa"

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta tersebut. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku.”

Mendengar ucapannya tersebut, Abu Bakar RA tidak bisa menahan air matanya. Beliau terharu dengan perlakuan Rasulullah yang teramat sangat mulia, sambil menangis ia pun berkata, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw.”

Kagetlah si pengemis tua mendengarkan penjelasan tersebut. Ternyata orang yang selama ini selalu memperlakukannya dengan baik, yang selalu menyuapinya setiap hari adalah orang yang selalu ia hina dan ia hujat, yaitu Nabi Muhammad SAW. Tangisan pun tak pelak keluar dari matanya, dia merasakan kesedihan yang teramat luar biasa. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menjadi seorang muslim dan mengucapkan syahadat di depan Abu Bakar RA.

Sungguh di dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang sangat baik dan harus ditu oleh umat - umatnya. Kisah tersebut bisa menjadi motivasi bagi diri kita semua, agar bisa menyikapi orang yang menyakiti kita dengan bijaksana. Yaitu dengan tidak mebalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi membalas keburukan yang kita dapatkan tersebut dengan suatu kebaikan.

Thursday, June 4, 2015

Tidak Shalat Wajib !? Baca ini !

Saudara - saudaraku yang berbahagia, shalat fardhu 5 waktu merupakan perkara wajib yang harus dilaksanakan oleh semua umat manusia yang telah mengikrarkan 2 kalimat syahadat dan tentunya meyakini apa yang diucapkannya tersebut karena dengan dia mengakui dirinya sebagai seorang muslim, maka dia pun harus mengikuti dan menerima apa yang diperintahkan Allah SWT dan tentunya menjauhi segala larangan-Nya.

shalat fardhu 5 waktu

Kita tahu bahwa shalat 5 waktu adalah ibadah wajib bagi umat muslim, namun dewasa ini kita dicengangkan dengan sesuatu yang teramat sangat memprihatinkan, banyak sekali diantara kita yang masih selalu meninggalkan ibadah wajib. Padahal ini adalah kerugian besar bagi yang meninggalkannya, dia sudah jatuh ke jurang kemasiatan sekaligus melakukan suatu perbuatan dosa besar. Entah kenapa ini bisa terjadi tapi inilah realitanya.Teman - teman kita belum mampu untuk mengalahkan bisikan syaitan yang terkutuk, sehingga pada akhirnya tidak melaksanakan kewajiban yang Allah perintahkan kepadanya.
Jika kita mau menilik kondisi negara kita, Islam adalah agama yang paling banyak dianut. Sehingga segala bentuk yang berkaitan dengan Islam akan teramat sangat mudah ditemui. Contonhya adalah tempat ibadah yaitu masjid. Di Indonesia masjid itu teramat sangat mudah ditemui bahkan mungkin disetiap desa ada. Sehingga para umat muslim di Indonesia akan dengan mudah untuk melaksanakan ibadah wajib ini, karena tidak ada alasan untuk meninggalkannya terkecuali bagi wanita yang sedang haid. Berbeda dengan kondisi di negara luar sana, yang mana mayoritas penganut agama non-Islam. Sungguh luar biasa sekali perjuangan saudara - saudara kita, mereka dihadapkan dengan begitu banyak kendala dalam melaksanakan shalat wajib.  Akan tetapi meskipun demikian adanya, tidak sedikit dari mereka yang selalu tetap beristiqomah dalam ketaatannya kepada sang pencipta, Allah SWT.

Kendala yang pertama kali mereka hadapi adalah tempat ibadah. Seseorang yang statusnya sebagai seorang pelajar atau pekerja kantor pasti akan merasakan kegundahan yang luar biasa. Di tempat mereka bekerja tidak disediakan tempat untuk melaksanakan ibadah. Mau tidak mau mereka harus pulang dan mengerjakannya di rumah sendiri. Coba kalian bayangkan jika kalian berada di posisi mereka pasti akan mengalami kegundahan yang sama. Kendala selanjutnya yaitu pandangan masyarakat di sana terhadap Islam. Zaman sekarang banyak sekali kasus - kasus teror yang merebak di dunia. Tapi anehnya mereka menuduh Islam lah yang menjadi biang keladinya. Mereka menganggap ajaran islam keras dan mebahayakan mereka. Keminiman pemikiran mereka terhadap Islam menyebabkan berbagai aksi yang menentang Islam. Bahkan ada di sebuah negara yang menyerukan gerakan anti-Islam. Mereka membuat suatu gerakan yang sangat mengancam saudara kita disana, jangankan melaksanakan ibadah keberadaan mereka di sana pun sudah lebih dari membuat mereka khawatir.

Melihat realita di atas, harusnya kita malu kepada mereka. Meskipun dalam keadaan demikian mereka tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk Tuhannya dan beristiqomah untuk selalu taat dengan segala perintah-Nya. Oleh karenanya di sini yuk mulai dari sekarang benahi diri dan jalankan shalat fardhu 5 waktu. Jangan sampai kita meninggalkannya karena ini adalah sebuah kewajiban yang harus kita tunaikan. Selain itu penulis juga mengajak kepada tema - teman sekalian, ayo mulai dari sekarang mari kita berlomba - lomba dalam kebaikan semoga kita bisa menjadi remaja muslim yang taat dan selalu menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sampai pada akhirnya kita bisa mendapatkan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak yaitu surga Allah.




Copyright @ 2013 Remaja-Muslim.